Bangunan Hijau dan Keberlanjutan | Termobuild

Peningkatan kesadaran tidak hanya nilai, tetapi perlunya mengadopsi inisiatif bangunan hijau di bangunan baru dan retro cocok sangat penting.

Iklim kita sedang berubah. Pergeseran jumlah kebakaran hutan, tsunami, gempa bumi, kekeringan, dan hujan lebat telah dikaitkan dengan perubahan iklim. Perubahan ini berdampak pada pertanian dan satwa liar, termasuk masuknya hama baru dan menipisnya habitat.

Manusia dan praktik gaya hidup kita saat ini tetap menjadi kontributor utama perubahan iklim, dengan karbon sebagai penyebab utama.

Dampak Karbon
Menurut Arsitektur 2030, sembilan ratus miliar kaki persegi bangunan akan baru dibangun atau direnovasi pada tahun 2030. Bangunan adalah salah satu kontributor utama emisi karbon, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil selama operasi. Faktanya, kota dan kawasan perkotaan bertanggung jawab atas sekitar 75 persen emisi karbon. Jika bangunan-bangunan ini terus dikembangkan dan dijalankan secara tradisional, kerusakan lingkungan hanya akan berlanjut.

Untungnya, dengan peningkatan fokus pada bahaya yang dipancarkan bangunan ke atmosfer, perusahaan mulai mempertimbangkan untuk mengadopsi inisiatif yang lebih ramah lingkungan. Kota-kota di seluruh dunia berinvestasi dalam rencana aksi iklim dengan tujuan mengurangi jejak lingkungan mereka. Ini termasuk inisiatif “Kota Cerdas” untuk mengelola infrastruktur yang ada dengan lebih baik, kebijakan nol limbah, sumber energi alternatif, dan meneliti potensi pengembangan bangunan nol bersih.

Efisien Sumber Daya
Mengintegrasikan sumber daya berkelanjutan yang tahan lama adalah kunci untuk memastikan bahwa suatu struktur sepenuhnya berkelanjutan. Produk-produk seperti kayu reklamasi, plastik atau kaca daur ulang, serta bahan-bahan lokal yang hemat energi seperti beton yang secara alami mengandung massa termal tinggi, akan memastikan bahwa bangunan tersebut hemat sumber daya.

Net Zero sebagai Solusi
Namun, nol bersih untuk beberapa perusahaan dan pemilik rumah, sebagian besar masih terasa tidak terjangkau. Biaya, kebijakan dan prosedur yang membatasi, dan informasi yang terbatas sering kali menjadi penghalang jalan untuk mewujudkan bangunan yang netral energi ini. Untuk dapat membuat bangunan ini, pengguna akhir dan investor perlu memahami dan menghargai solusi yang dipilih. Ini termasuk berinvestasi dalam solusi hemat energi dan mengadvokasi standar yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus hemat biaya.

Jadi apa artinya bertanggung jawab terhadap lingkungan? Menciptakan bangunan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dimulai dengan pemahaman tentang sistem saat ini yang berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti pemanasan dan pendinginan, dan menemukan alternatif yang akan mengurangi dampak tersebut. Ini termasuk melihat situs dan ukuran struktur untuk mengurangi jumlah sumber daya yang digunakan. Kuncinya adalah meminimalkan dampak keseluruhan terhadap lingkungan. Setelah lokasi ditentukan, arsitek dan pembangun perlu melihat bagaimana struktur bangunan dapat melindungi (menyimpan energi), sementara juga mengintegrasikan solusi yang akan menyimpan kelebihan panas di musim dingin dan yang akan mendinginkan struktur di musim panas saat malam.

Sebuah bangunan nol bersih perlu menghasilkan energi sebanyak yang dikonsumsi. Ini membutuhkan pemikiran yang luar biasa dan integrasi berbagai solusi yang bekerja sama dengan mulus untuk lingkungan yang lebih sehat. Karena pemanasan dan pendinginan adalah dua sumber utama karbon, masuk akal untuk memulai dengan melihat sistem yang akan mengurangi penggunaan sistem HVAC.

Salah satu proyek yang melakukan hal ini adalah Ed Lumley Center for Engineering Innovation di kampus University of Windsor. Dengan keinginan untuk udara yang lebih bersih, proyek ini termasuk pemasangan dinding bio. Dinding ini, yang mencakup 1.500 tanaman, secara alami menyaring karbon dioksida di udara dan kemudian mentransfer kesegarannya ke seluruh bangunan. Bangunan ini juga memiliki kaca dan tata surya, atap hijau yang mengumpulkan dan menyaring air hujan, dan pelat inti berongga untuk memanfaatkan dan menyimpan energi dan pada gilirannya mengurangi penggunaan sistem HVAC tradisional.

Bangunan hijau bukan tentang menerapkan satu solusi saja; sebaliknya, para arsitek dan insinyur perlu bekerja sama untuk menemukan solusi yang akan mengurangi jejak karbon. Setiap aspek bangunan perlu dipertimbangkan, mulai dari insulasi hingga bagaimana energi akan dimanfaatkan, disimpan, dan dilepaskan.

Mengembangkan Landasan untuk Net Positive
Peningkatan kesadaran tidak hanya nilai, tetapi perlunya mengadopsi inisiatif bangunan hijau di bangunan baru dan retrofit sangat penting. Semua yang terlibat dalam industri bangunan hijau, termasuk pembangun, insinyur, dan arsitek, memainkan peran penting dalam membantu mengubah pemikiran di tingkat industri dan konsumen. Ini termasuk mendidik dan mengadvokasi adopsi solusi yang akan berdampak positif: solusi hijau yang akan membuka jalan menuju masa depan yang positif.

Author: blogadmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *